TEK-TOK : MENAPAK INDRAPURA PUNCAK GUNUNG KERINCI 3. 805 mdpl

Gunung Kerinci

Indrapura atau lebih dikenal dengan puncak Kerinci merupakan titik tertinggi Gunung Kerinci yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Jalur pendakian yang akan kami tempuh berada di Desa Kersik Tuo, Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Kamis 6 Juni 2019, sehari setelah lebaran idul fitri 1440 hijriah, kami mulai perjalanan menuju Kersik Tuo dengan motor, melalui kawasan perkebunan sawit Solok Selatan selama kurang lebih 8 jam, dengan tujuan akhir Base Camp Mak Jus, tempat menginap dan registrasi pendakian (SIMAKSI) Kerinci.

Perkebunan sawit

Tracking kali ini dimulai saat fajar mulai menyinsing, waktu menunjukan jam 05:10 (Jumat 7/6) tim mpek2 bergerak meninggalkan base camp MAS JUS (R10) 1647 mdpl menuju Pondok Bambu dengan motor. Ijin masuk kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat 1×24 jam atau sehari, dengan tiket 7.500 rupiah per orang. Tiba di Pondok Bambu (1.790 mdpl) jam 05:50, motor langsung ke dalam parkiran pondok bambu (base camp pendakian terakhir sebelum pintu rimba). Setelah lapor dan parkir aman, lalu bergeser menuju Pintu Rimba (1.810 mdpl), gerbang jalur pendakian, batas vegetasi perkebunan warga dengan hutan rimba Taman Nasional Kerinci Seblat. 06.00 kami memulai pendakian.

Titik awal dimulai pendakian

Setelah melintasi pintu rimba, perjalanan dilanjutkan menuju pos 1 (bangku panjang). Jalur pintu rimba-pos 1 cukup landai dan sesekali langkah kaki melewati jalan becek diantara akar-akar pohon besar. Kurang 30 menit dari pintu rimba perjalanan sampai di bangku panjang 1.889 mdpl, jam 06:22. Di bangku panjang, seorang warga sedang nongkrong bersama sebatang senapan angin disamping, santai sambil menikmati terang bulan manis, katanya “sedang menunggu burungnya melintas”. Sesaat setelah menyapa perjalanan menuju pos 2 dilanjutkan, dengan jalur masih landai, perlahan-lahan mulai menanjak, naik menuju ketinggian 2.020 mdpl, melintasi pohon-pohon besar dan lurus menjulang tinggi, hawa dingin mulai menusuk hangatnya tubuh, langkah kaki masih terasa kaku (efek kurang ngopi), pandangan samar-samar mulai terang, cahaya mentari pagi mulai masuk melewati celah rimba, pohon-pohon besar yang dilewati. Tanpa terasa sampai di pos 2 (batu lumut) 2.020 mdpl. Rehat sejenak, minum dan cek time (dokumentasi). Waktu baru menunjukan jam 06.50 WIB, perbekalan (cemilan) keripik keju mulai dicicipi, cukup untuk menambah kalori melawan hawa dingin pagi.

Pos 2 Batu lumut

Lepas pos 2, perjalanan selanjutnya menuju pos 3 dengan jalur mulai menanjak, melewati akar-akar pohon besar, membentuk anak tangga, dengan struktur tanah liat dan sedikit becek. Di ujung jalur pos 2, vegetasi pohon2 besar mulai berkurang, pandangan sedikit terbuka, beberapa langkah berlalu sampai di pos 3 (panorama) 2.225 mdpl. Di pos 3 begal logistik dimulai, pindahkan beban dari pundak ke perut. Bekal 4 buah lontong dengan lauk rendang emak, dijatah 1 buah berbagi untuk sarapan pagi. Perjalanan kemudian dilanjutkan setelah sarapan, langkah kaki mulai terasa berkurang beban berat.

Waktu menunjukkan jam 07.30 WIB saat meninggalkan pos 3 menuju shelter 1. Vegetasi pohon besar berganti semak-semak cantigi, membentuk terowongan di jalur yang dilalui. Langkah kaki terus menanjak, menuju titik ketinggian 2500 meter dari permukaan laut (mdpl). 45 menit kurang lebih waktu berlalu sampai di shelter 1 (campsite) 2.505 mdpl. Di shelter 1 bertemu dengan tim pendaki Karawang yang sama-sama satu tujuan, menuju puncak Kerinci. Mampir sebentar, ngemil dan distribusi air mineral dari botol 600ml ke botol 150ml.

Shelter 1 G. Kerinci

Setelah istirahat (ngemil dan minum) perjalanan dilanjutkan menuju shelter 2 (campsite). Jalur menuju shelter 2 semakin menanjak, melewati jalan air setinggi pinggang dewasa, sesekali harus memilih pinggir kanan atau kiri jalan air, dengan bantuan akar-akar dan pohon agar tidak terperosok masuk ke dalam jalan air. Hawa dingin pegunungan semakin naik, menusuk tubuh melalui ubun-ubun (kepala) dan tangan. Jam 10.05 WIB sampai di shelter 2 bayangan, lokasi camp yang cukup aman untuk mendirikan tenda, dengan luas lapangan sepak takraw, bisa menampung 4-6 buah tenda dome. Shelter 2 bayangan berada di ketinggian 3.000 mdpl, titik aman dari habitat Harimau Sumatera, dengan vegetasi cukup tertutup, dikelilingi pohon cantigi setinggi 2-3 meter, cukup aman dari terjangan badai. Beberapa puluh langkah kaki berlalu dari shelter 2 bayangan, perjalanan sampai di shelter 2 (campasite) 3.100 mdpl. Shelter 2 ditandai dengan dua buah tiang, berdiri menyerupai tiang gawang sepak bola. Mampir sejenak mencatat waktu dan dokumentasi.

Jalur pendakian menuju shelter 3

Setelah dokumentasi dan catatan waktu terekam di shelter 2, perjalanan dilanjutkan menuju campsite terakhir, shelter 3. Jalur (jalan air) menuju shelter 3 semakin dalam (setinggi orang dewasa) dan lebar, akar-akar kayu yang membentuk anak tangga penunjang pergerakan mulai hilang, berganti dengan pohon dan akar-akar semak cantigi, celah jalan air yang dalam sulit untuk dilalui, pilihan satu-satunya melewati pinggir kanan kiri jalan air, dengan pijakan tanah liat dan becek (basah). Jalur menuju shelter 3 adalah lintasan paling berat. Tidak ada bonus landai, terus menanjak, beban langkah bertumpuk di ujung kaki, otot paha mulai kejang dan kram, beruntung dalam tas P3K tersedia balsem, penjinak otot kram. Tepat jam 11:20 kaki mulai menapak shelter 3 (campsite) 3.291 mdpl. Campsite paling luas dan favorit karena tersedia sumber mata air, namun kurang aman dari terpaan badai karena lokasi terbuka. Bau belerang mulai terasa di shelter 3, pertanda puncak kawah kerinci semakin dekat. Waktu makan siang pun tiba, perbekalan kembali di begal. Dua buah lontong dijatah berbagi untuk makan siang dan tersisa satu untuk jatah perjalanan turun. Tak lupa selpi dan update status, berkabar kepada keluarga, kebetulan sinyal data sepanjang jalur kerinci tersedia sampai puncak.

Shelter 3 G. Kerinci

Kalori kembali terisi setelah makan siang, ditambah ngemil wafer cokelat plus asupan sekaleng susu beruang. Summit attack dipersiapkan, air mineral didistribusi penuh ke masing-masing botol 150ml. Logistik perbekalan yang ada dan perlengkapan lainnya ditinggal di shelter 3, kecuali ponco, head lamp, power bank, cemilan (wafer cokelat), air minum tambahan, serta obat P3K. Star summit attack mulai jam 12:10, dengan jalur melintasi 3 punggungan non vegetasi, setelah rambu lalin (kurang lebih 30 langkah dari shelter 3), yang terpasang di titik awal punggungan pertama. Batuan berpasir khas puncak pegunungan merapi mulai dipijak perlahan-lahan, terus menanjak menuju titik akhir punggungan satu dan dua dengan batuan berpasir, sedangkan punggungan terakhir berupa batuan solid berpasir, tersusun menanjak, seperti anak tangga. Setiap awal dan akhir punggungan yang dilalui, ditandai dengan patok tiang pipa besi 5 inc setinggi pinggang dewasa, dengan jumlah patok besi 5 buah dan 1 buah patok rambu lalin. Tim memilih rapat ke sisi kanan jalur, dengan toleransi maksimal 3 meter dari bibir tebing punggungan. Sesekali jalur menghilang, tertutup kabut yang datang (naik) bersama hembusan angin lembahan, kabut hitam dari kawah kerinci semakin jelas dan tercium aromanya. Setelah punggungan pertama dilalui, perjalanan sampai di lokasi gundukan batu yang tersusun rapi (ujung punggungan kedua), membentuk kotak 1,5m x 2m seperti pemakaman dengan prasasti (plakat) di atasnya, dikenal dengan Tugu Yuda, memoriam pendaki yang hilang tanpa ditemukan sampai saat ini.

Setelah melintasi tugu yuda, kaki mulai menanjaki punggungan terakhir. Namun langkah kaki terhambat oleh otot paha yang kembali kejang (kram), jurus balsem dikeluarkan lagi, sesaat berhenti mengoles paha dan pelemasan, lalu melangkah lagi. Terus menanjak, hingga samar-samar patok terakhir di ujung punggungan mulai terlihat seperti seekor burung yang bertengger di atas batu, jarak langkah kaki semakin mendekati ujung punggungan ketiga, gerbang masuk indrapura, puncak Kerinci. Langkah kaki semakin solid hingga akhirnya mencapai patok terakhir. Bibir kawah kerinci mulai terlihat dengan kedalaman 600m, plakat indrapura ditangan, pertanda finis jalur pendakian, menapak puncak tertinggi Gunung Kerinci, di 3.805 mdpl.

Puncak G. Kerinci
7 jam 51 menit (06.00 – 13.51)

Aroma semburan belerang dari permukaan kawah semakin menyengat, menyesakkan nafas dan batuk. Kami bergegas dokumentasi, waktu menunjukan jam 13:51, dengan catatan (stopwacth) waktu tempuh selama 7 jam 51 menit dari Pintu Rimba1810 mdpl sampai titik 3.805 mdpl puncak Kerinci. Jam 13:55, setelah 4 menit dokumentasi, kami bergegas turun. Perjalanan turun dari Indrapura, berorientasi dibagian tengah jalur (jalan air), menjaga posisi tidak melipir ke arah kanan dan paling aman merapat ke kiri (menurun), dengan toleransi maksimal 3m mendekati bibir (jurang) punggungan. Sesekali berhenti sejenak saat kabut datang, menutup jalur dengan jarak pandang 30 langkah di depan mata, menunggu kabut berlalu. Setelah pandangan terbuka, analisa kembali jalur yang akan dilalui, tuju pandangan ke ujung punggungan, patok dan tanda ekstrim yang ada, hingga ujung punggungan terakhir (menurun) tampak rambu lalin.

Perjalanan turun ditempuh selama 4 jam lebih. Star dari puncak 3805 mdpl jam 13:55 dan sampai di Pintu Rimba 1810 mdpl jam 18:22, dengan total waktu tempuh 12 jam 55 menit. Jelang adzan isya tim kembali tiba di Base Camp Mak Jus, bersih-bersih, ganti pakaian, lalu berburu makan malam, selesai.

12 jam 56 menit (06.00 – 18.56)

TIM PENDAKIAN:

  1. Muhammad Jumadi (Dokumentasi)
  2. Ahmad Akbar (Narasi)

DAFTAR PERLENGKAPAN DAN LOGISTIK PERBEKALAN:

  1. Perlengkapan Jalan:
  2. Pakaian jalan;
  3. Sepatu + kaos kaki;
  4. Buff kepala dan masker;
  5. Jaket dan Sweeter;
  6. Raincoat (jas hujan);
  7. Head lamp (charger);
  8. Penunjuk waktu (jam tangan);
  9. Alat komunikasi (hand phone);
  10. Paket P3K standar.
  • Logistik Perbekalan:
  • Lontong 350gr 4 (empat) buah;
  • Rendang 300gr;
  • Biscuit Kelapa Roma 1 bks;
  • Wafer Cokelat 1 bks;
  • Susu Beruang 2 kaleng;
  • Air mineral 600ml 4 botol;
  • Perlengkapan Tambahan:
  • Power bank 1 bh;
  • Matras.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.