Pergantian tahun baru di ketinggian Tebing Tanggul Tulungagung

Momen malam tahun baru adalah momen yang ditunggu-tunggu baik anak muda, anak-anak, ataupun orang tua. Untuk memeriahkan biasanaya mereka menyalakan kembang api ataupun hanya sekedar berkumpul, baik di dpan rumah di pantai ataupun di alun-alun kota. Berawal dari itu kami mempunyai rencana untuk merayakan tahun baru di tempat yang tidak begitu rame dan tidak dikunjungi banyak orang bahkan hampir tidak dikunjungi oleh orang sama sekali. Ini kisah kami ber 4 sebut saja saya, Patma, Andriani, dan Rika.

Tak perlu pikir panjang, perbekalanpun segera kami siapkan. Dari mulai alat pemanjatan, alat masak, alat tidur serta perbekalan pribadi pun tidak ketinggalan. Bukan yang pertama kali untuk kami bertiga melakukan kegiatan ini, tetapi bagi patma ini adalah aktifitas ketinggian pertama kali yang dia lakukan. Tak sungkan dia selalu bertanya “ opo ae iki seng kudu di gowo?”.

Aspal hitam lurus dan bekelok terus kita telusuri hingga akhirnya kita sampailah di daerah yang kita tuju lebih tepatnya adalah kabupaten tulungagung. Tebing tanggul adalah salah satu sisi bagian barat dari gunung tanggul yang terdapat di Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Perjalanan panjang Malang-Tulungagung memang cukup melelahkan, butuh waktu 5 jam untuk kita sampai pada lokasi ini.

Perjalanan

29 desember 2016 adalah waktu kita bergerak untuk memulai perjalanan panjang ini. Tepat pukul 20.20 kami tiba di pos pemanjatan sebut saja pak sumiran pengelolanya. Karena pak sumiran sudah tertidur kami hanya disambut oleh ibu Sumiran. Hidangan biasa yang kami jumpai saat kami tiba disini yaitu secangkir teh dan kopi hangat yang siap untuk dinikmati. Sambil menikmati secangkir teh dan kopi hangat kami berbincang tentang rencana kami datang kesini. Pertanyaan awal yang kami tanyakan adalah cuaca,

“Buk, sudah berapa hari disini tidak hujan?”

“sudah hampir seminggu disini tidak hujan”

Alhamdulillah, aman pikir saya dalam hati. Karena rencana yang dibilang mendadak, kami tidak sempat melihat perkiraan cuaca saat akan melakukan kegiatan ini. Selain logistik dan kesehatan,  perkiraan cuaca adalah suatu keharusan sebelum kita melakukan sebuah kegiatan, apalagi untuk kegiatan alam bebas yang kegiatannya di luar ruangan.

Setelah berbicara banyak hal akhirnya kita menyudahi malam ini dengan beristirahat. Waktu sudah menujukkan pukul 04.55 wib, kami terbangun, berebut untuk kekamar mandi dan segera mempersiapkan untuk perbekalan pemanjatan. Rika dan Andriani pergi kewarung untuk membeli perbekalan khususnya makanan, yaitu air, ikan asap, ikan asin, telur dan bumbu. Patma dan saya mempersiapkan alat yang dibutuhkan dalam pemanjatan. Tak ketinggalan secangkir teh dan kopi menemani kita di pagi ini.

Rencana yang telah kita buat, pemanjatan akan kami lakukan selama tiga hari dengan sistem alpine. Inti dari sistem pemanjatan alpine adalah tidak adanya penghubung dari ground atau titik awal pemanjatan dengan posisi terakhir. Kita memilih sistem ini dikarenakan untuk lebih mempermudah kita dalam melakukan pemanjatan. Kenapa dibilang mempermudah karena tidak perlu banyak membawa tali dan lebih efesien didalam pemanjatan multipitch.

Pukul 06.30 wib cuaca sudah dapat diperkirakan dan tidak sesuai dengan perkiraan awal kami. Mendung pekat menyelimuti daerah Kebo Ireng dan sekitarnya, tetesan-tetesan air mulai turun dipagi ini. Rasa senang yang kami rasakan tadi malam akhirnya sedikit pudar. Kecewa sih, tapi kami tetap semangat untuk tetap bisa merayakan tahun baru diatas ketinggian.

Menuju tebing sepikul

Karena diperkirakan cuaca hari ini tidak mendukung maka kami memutuskan untuk ke pantai. Sebelum pergi ke pantai kami memutuskan untuk pergi melihat tebing sebelah yaitu tebing sepikul yang berlokasi di Watu Agung, Trenggalek. Perjalanan sekitar 20 menit kita tempuh dan sesampainya disini cuaca pun tidak menunjukkan ada perbedaan dengan yang ada di Kebo Ireng. Tujuan kami di sepikul adalah rumah bapak Kamidi. Tak berbeda jauh pembicaraan kami disini, yaitu masalah cuaca. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00, karena hari ini adalah hari jum’at jadi saya memutuskan untuk ke masjid sholat jum’at. Sepulang dari masjid hujan pun datang. Sambil menunggu hujan banyak pembicaraan yang kami bicarakan, dari belakang terdengar suara anak bapak Kamidi,

“wah kalo ingin ada hujan ya ngundang pendaki kesini aj”

“hahahahaha”

Karena dirasa setiap ada orang yang kesini untuk memanjat tebing sepikul hujan turun. Setelah hujan reda sekitar pukul 14.00 wib kami berpamitan dan meninggalkan rumah bapak Kamidi. Di perjalanan kami melihat perkiraan cuaca untuk hari sabtu dan minggu, ditakutkan akan hujan pada hari itu. Perkiraan cuaca menunjukkan bahwa akan hujan pada hari sabtu dan minggu, dan lebih parahnya akan ada hujan petir pada mingggu. Sambil membuat rencana baru kami melanjutkan perjalanan ke pantai.

Pantai gemah kabupaten Tulungagung

Setelah menunjukan pukul 17.45 wib kami memutuskan untuk kembali ke pos pemanjatan. Sesampainya dirumah, kami kumpul dan berbicara tentang hari ini, pembicaraan yang cukup singkat, karena kami sudah merasa lelah dengan hari ini dan memutuskan untuk istirahat. Sebelum istirahat kami melakukan koordinasi kecil untuk membahas planning besok pagi. Dari perkiraan cuaca, hasil koordinasi memutuskan untuk tetap melanjutkan pemanjatan besok, tapi dilihat dari kondisi pagi hari, apabila kondisi cuaca cerah kami pun melanjutkan, apabila sebaliknya planning kami yang kedua adalah melakukan pendakian digunung budek tulungagung untuk menikmati malam tahun baru. Kami semua pun tertidur dengan lelapnya hingga matahari pagilah yang membangunkan kami.

Seperti biasa berebut kamar mandi menjadi pemandangan dipagi harinya. Tak banyak sebenarnya yang kami lakukan, hanya untuk mencuci muka. Terlihat awan mendung diatas kami, awan mendung berarak perlahan meninggalkan kami. Tak butuh waktu lama, kami segera berkemas dan berpamitan dengan kelurga bapak Sumiran untuk menuju tebing. Dengan jalanan yang sedikit agak melelahkan, beban berat yang kami bawa juga membuat kami beristirahat untuk tiap langkahnya. Semak belukar menjadi halangan kedua yang harus kami lewati. Dengan perlahan kami terus berjalan dan akhirnya sampai juga di bawah tebing. Semua langsung mempersiapkan alatnya masing-masing. Untuk pemanjatan pertama di awali oleh andriani dan saya sebagai second climber atau biasa disebut belayer. Rika dan patma menjadi tim pendukung yang bertugas untuk membawa logistik ke atas.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.06 wib, andriani pun bergegas mulai naik.

“belay on?”

“on belay”

Pemanjatan dilakukan oleh andriani

Dengan cepat dan dengan perkasanya andriani mulai memegang tonjolan-tonjolan kecil yang berada pada tebing. “klik” itu suara yang didengar setiap kali andriani memasangkan tali pada pengaman atau yang biasa disebut dengan quickdraw.

Tangis dan tawa menemani pemanjatan kita pada hari ini, haru dan bahagia adalah hal yang saya rasakan. Bagaimana tidak! Satu orang merasa dadanya sesak saat melanjutkan pemanjatan, satu orang lagi menangis dan marah2 saat ascending dengan membawa beban, dan yang satu orang lagi, adalah orang yang awam dengan ketinggian, mungkin bisa dibilang baru pertama kali menggunakan alat. Bodoh memang, tapi itulah keputusan yang saya ambil. Bukan merasa sok kuat atau bisa, intinya Cuma satu, saya percaya dengan tim saya.

Dengan perjuangan yang panjang akhirnya sampailah kita pada pitch ke 3 tentunya sudah melewati 1 dan 2. Di pitch 3 inilah senyum dan tawa lepas mulai terpancar dengan jelas. Selesai sudah beban hari ini, di pitch 3 kita mulai memasak dan makan sore tentunya.

Makan sore di pitch 3 tebing tanggul

Tak banyak aktifitas yang kami lakukan disini cuma berfoto dan berbicara secukupnya. Lelah yang telah kita rasakan membuat kita langsung mencari posisi yang nyaman untuk istirahat.  Bukannya hening malam yang datang melainkan suara petasan yang ramai di belakang kami. Tak disangka ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 00.01, itu artinya waktu pergantian tahun telah tiba. Tak terlihat wujudnya tapi terdengar suaranya maklumlah posisi kita sekarang membelakangi kota Tulungagung. Ramai memang namun hanya suara dan tak terlihat wujudnya. Alhasil kita melanjutkan tidur dan menyudahi malam pergantian tahun ini dengan tidur yang lelap. Sungguh suguhan yang tak terduga terbangun di waktu subuh, kami disuguhi dengan pemandangan langit yang indah penuh dengan cahaya pancaran dari bintang-bintag yang terus berkilauan.

            Itulah alam, kita tidak akan bisa menebak isinya, yang menurut perkiraan cuaca akan hujan dan petir namun malah sebaliknya. Matahari mulai menampakkan sinarnya dari timur, aktifitas mulai kita lanjutkan malam ini tidak ada koordinasi kita melakukan apa yang sudah kita lakukan sebelumnya, saya dan andriani melanjutkan pemanjatan patma dan rika memasak untuk sarapan pagi. Tangis terulang kembali pada hari ini akhirnya saya membulatkan tekad untuk menyudahi pemanjatan dan turun. Titik terakhir kita saat ini adalah di posisi pitch 5 yang kurang lebih ketinggian 150 m. Pitch 5 lokasinya tidak terlalu lebar tapi lumayanlah untuk kita berdiri dan berpose.

Pitch 5 tebing tanggul

Kurang sedikit lagi kita akan sampai pada titik top jalur pemanjatan tapi apa mau dikata, keadaan yang harus memutuskan kita untuk turun. Setelah makan-makanan ringan dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 10.09 wib, kita langsung turun. Tepat pukul 14.30 kita sampai di posisi awal kita melakukan pemanjatan atau gorund.

Terimakasih, ini adalah sepenggal kisah dari perjalanan saya, namanya juga manusia banyak kesalahan dalam penulisan adalah sesuatu yang wajar, kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan selanjutnya.


Kembali tersenyum
yang putih tetep putih
Dari pitch 5 tebing tanggul

Satu respons untuk “Pergantian tahun baru di ketinggian Tebing Tanggul Tulungagung

  1. Saat membacanya saya merasa sangat terhibur dengan sepenggal kisah yg tak banyak orang bisa merasakannya.. saya bingung merangkai kata karna saya bukan guru bahasa jadi saya harap banyak cerita yg akan anda bagikan lagi dan disitu harus ada saya 😄 sekian dan terimakasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Aisyahsigadiscantik Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.